Hiks ... hiks.”
Salman terjaga mendengar tangisan wanita di sampingnya. “Salwa!”
Salwa bergeming. Masih saja terisak-isak. Sampai akhirnya Salman harus mendudukkannya. “Salwa!”
Mata Salwa mengerjap. Wajah cemas suaminya pertama kali dilihat. Ia seperti masih kesulitan mencerna apa yang terjadi, hingga akhirnya menyadari barusan hanyalah mimpi.
“Astagfirullah!” desis Salwa.
“Mimpi apa? Sampai terisak-isak begitu?” tanya Salman sambil mengusap keringat di dahi Salwa dengan jarinya.
“Mimpi Abi berhubungan dengan wanita lain.”
Salman terkesiap. Keterkejutannya membuat Salwa curiga.
***
Untuk cerita lengkap klik link di bawah ini:
Komentar
Posting Komentar