Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rumah Asa

Mungkinkah Gengster?

  Mungkinkah Gengster? Suamiku Kuli Terhormat (Part 7)   "Iya. Katanya Tuan Buana membatalkan kerjasama dengan Prayoga." "Dan dia menuduhmu?" "Iya. Sakit tu orang. Bahkan saat kerjasama aku belum pernah ketemu Tuan Buana, bagaimana lagi sekarang?" Ahsin tersenyum simpul.  "Ternyata mereka memang menebaknya. Dan ini ada hubungannya dengan Gea itu memang benar," batin Ahsin. "Lalu tadi sepertinya mereka telah menemukan solusinya," pancing Ahsin.  "Katanya dia telah merekrut pemenang ketiga lomba desain Green Dot Award." "Kalau begitu mereka akan berhasil?" sahut Ahsin.  "Tidak mungkin. Perusahaan Buana tidak semudah itu dikibuli. Kuberitahu, desain dari pemenang ketiga itu punyaku." "Hah?" "Itu lukisanku yang kusimpan studio. Ayah memaksa kami ikut lomba desain, Sinta mencuri lukisan itu dan mengirimnya ke lomba." "Saat itu kenapa kau tidak mengkonfirmasi?" "Tidak ada yang p...

Biarkan Semuanya Berproses

   Biarkan Semuanya Berproses (Suamiku Kuli Terhormat part 4) "Gea! Gea, Sinta bilang kau sudah menikah. Beraninya kau mengkhianatiku." Tiba-tiba Bei muncul dengan wajah marahnya. Ia hendak menarik lengan Gea, tetapi segera ditepis Ahsin. Tak hanya di situ, sebuah tinjauan juga melayang ke wajah Bei. Payung yang sejak tadi melindungi Gea terlepas dan melayang jauh ditiup angin.  "Gea!" "Siapa dia?" tanya Ahsin sambil menoleh pada Bei yang tersungkur ke tanah. "Dia mantan tunanganku. Oh belum, mantan pacarku." "Apa maksudmu?" tanya Bei sambil bangun. Ia hendak menyerang Gea, tetapi lagi-lagi keduluan Ahsin dan seketika tubuhnya terpental.  "Apa maksudnya? Secara harfiah kita sudah putus. Sekarang kau bisa dengan Sinta. Mau seranjang atau terbang bersama itu terserahmu." "Mengapa mulutmu selalu bau busuk?"

Bau-bau Kemiskinan

  Bau-Bau Kemiskinan (Suamiku Kuli Terhormat part 3)   "Sudahlah. Sesuai wasiat ibumu. Kau bisa mengambil perusahaan Zurra jika sudah menikah. Jadi jangan putus dari Bei jika ingin mengambil alih perusahaan." Gea membuka tasnya dan memperlihatkan buku nikah. "Aku sudah menikah." Sontak Sinta berdiri dan merampas buku nikah itu. Ia membuka buku itu dan sesaat terkejut ketika melihat nama suami kakaknya. Beberapa detik kemudian ia tersenyum kemenangan. "Kakak tak perlu membuat buku nikah palsu hanya karena ingin putus dengan Kak Bei." Gea merangsek maju dan mengambil buku nikahnya. "Kamu lupa aku putus dengan Bei karena trik norakmu." "Mengapa kau selalu mengintimidasi adikmu?" sela Malika sambil mengelus dada Lyman. "Menginditimasi? Heh." "Pa, lihat putrimu! Dia semakin melonjak," adu Malika. "Gea, apa kau tidak malu. Baru putus dengan Bei, langsung menikah dengan pria entah berantah." "Malu? Hah? Bagai...