Merenda Cintamu Part 10 Separuh Jiwa yang Hilang Hilya telah tertidur saat Ryu masuk ke kamarnya. Saran Dokter Anna mengulang-ngulang dalam benaknya. Ia menyingkirkan beberapa rambut Hilya yang menutupi wajah. “Orang yang dia percayai?” tanya Ryu pada diri sendiri. “Haruskah aku mengantarmu pada Hanif?!” *** Ryu merenggangkan kedua tangannya ke atas, begitu kesadarannya mulai kembali. Ia menggerakkan otot lehernya yang terasa kaku ke kiri dan ke kanan. Saat itulah ia tersadar, bahwa tadi malam ia tertidur dengan posisi duduk di ranjang Hilya. Mata Hilya sudah terbuka. “Kamu sudah bangun?” Hilya tak menjawab. Hanya terus menatapnya datar. “Bagaimana tidurmu malam tadi?” Hilya masih tidak bereaksi. “Bagunlah! Kamu bersihkan diri, lalu kita sarapan, ya.” Ryu memegang kedua bahu Hilya. Membantu gadis itu bangun, juga mengantarnya sampai ke kamar mandi. Ryu juga mengantarkan piyama mandinya. Ia juga menyiapkan pakaian Hilya dan menaruhnya di atas ran...