Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Merenda Cintamu

Merenda Cintamu Part 10

Merenda Cintamu Part 10 Separuh Jiwa yang Hilang Hilya telah tertidur saat Ryu masuk ke kamarnya. Saran Dokter Anna mengulang-ngulang dalam benaknya. Ia menyingkirkan beberapa rambut Hilya yang menutupi wajah. “Orang yang dia percayai?” tanya Ryu pada diri sendiri. “Haruskah aku mengantarmu pada Hanif?!”  ***  Ryu merenggangkan kedua tangannya ke atas, begitu kesadarannya mulai kembali. Ia menggerakkan otot lehernya yang terasa kaku ke kiri dan ke kanan. Saat itulah ia tersadar, bahwa tadi malam ia tertidur dengan posisi duduk di ranjang Hilya. Mata Hilya sudah terbuka.  “Kamu sudah bangun?”  Hilya tak menjawab. Hanya terus menatapnya datar.  “Bagaimana tidurmu malam tadi?”  Hilya masih tidak bereaksi.  “Bagunlah! Kamu bersihkan diri, lalu kita sarapan, ya.” Ryu memegang kedua bahu Hilya. Membantu gadis itu bangun, juga mengantarnya sampai ke kamar mandi. Ryu juga mengantarkan piyama mandinya. Ia juga menyiapkan pakaian Hilya dan menaruhnya di atas ran...

Merenda Cintamu Part 9

Merenda Cintamu Part 9 Korban Bullying   "Ini gara-gara, lo mencium dia kemarin. Video telah beredar. Ia akan mendapatkan serangan dari  fans Talita." ***  Hanif langsung menghubungi Hilya begitu mendapatkan video tersebar dan melihat caci maki warganet. Ia keluar dari kantornya, dengan masih ponsel masih di telinga. Di tengah jalan, ia bertemu dengan sekretarisnya.  “Pak, sebentar lagi rapat.” “Batalkan saja. Aku ada urusan penting,” ucapnya sambil berjalan cepat. “Hanif!”  Panggilan lembut tetapi tegas membuat langkahnya terhenti. Ia menoleh ke arah suara. “Mama?” “Kamu mau meninggalkan rapat penting?” tanya Mamanya tegas, Cintami. “Mama, Hilya dalam masalah.” “Hilya anak pembantu?”  “MA! Masihkah Mama memandang begitu, padahal dia membersamaiku sejak kecil? Dia sangat penting bagiku," teriak Hanif.  Cintami tergagap. Namun secepat kilat ia menutupinya. "Maksud Mama dia anak Dinayah?" "Memang aku punya teman berapa, Ma?" protes Hanif. “Sudahlah! Mam...

Merenda Cintamu Part 8

Pandangan Orang-orang Merenda Cintamu Part 8   "Ya wajarlah, kan dia asisten Ryu." "Wajar? Bayangkan bagaimana laki-laki dan perempuan satu atap!" Hilya mendengar jelas tukang gosip itu menahan napas.  Dua orang penggosip itu tiba-tiba tersentak, melihat Hilya yang baru saja keluar dari toilet.  *** “Ryu, aku ingin bicara denganmu,” ucap Talita ketika telah selesai dari syuting.  “Katakanlah!” sahut Ryu sambil mengambil air minuman yang diserahkan Hilya.  Talita menoleh ke arah Hilya yang tak jauh dari Ryu, juga beberapa orang dari team Ryu.  “Bisa bicara di lain tempat? Ini penting, mengenai karir kita.”  Ryu terdiam. Ia ingin menolak, tetapi Fadli tak jauh darinya sudah memberi perintah.  "Baiklah." Ryu beralih ke Hilya. "Kamu pulanglah duluan!" "Siap!" sahut Hilya cepat.  "Cepat sekali?! Ada apa?" tanya Ryu penuh selidik.  "Bukan apa-apa. Setiap pasti orang pasti senang lah kalau ada waktu bonus," kilah Hilya.  Ry...