Langsung ke konten utama

Postingan

Entri yang Diunggulkan

Ulasan Kedua Drama Zhang Shan & Liu Xuan Cheng

  [Ulasan Kedua 😁] Setelah menonton untuk kedua kalinya, barulah aku mengerti alasan di balik pemilihan Liu Xuan Cheng sebagai pemeran utama. Awalnya kupikir ekspresinya terlalu kaku, tapi ternyata... memang itu yang dibutuhkan! Sebelum bahas akting dan chemistry, mari kita uraikan isi cerita terlebih dahulu. --- Alur Cerita dan Konflik Drama ini berkisah tentang konflik dua negara: Korea Utara dan negara Xuan, tempat asal Pangeran Murong Jin (Liu Xuan Cheng) dan Qing Cheng (Zhang Shan). Sementara tokoh antagonisnya adalah Xie Huai Yu, perwakilan dari Korea Utara yang membawa banyak masalah. Murong Jin adalah pangeran termuda kerajaan Xuan, sementara Qing Cheng adalah putri bungsu dari seorang jenderal ternama. Kisah dibuka dengan tragedi—Qing Cheng menikah dengan Xie Huai Yu, pria yang dikiranya cinta sejatinya. Namun di malam pengantin, ia malah dibunuh oleh suaminya sendiri. Cinta buta membuatnya salah memilih, dan akibatnya keluarga serta Murong Jin yang mencintainya ikut me...
Postingan terbaru

Ulasan Drama Zhang Shan & Liu Xuan Cheng.

  Ulasan Drama Pendek: Tuan Putri Kabur Setelah Menggoda, Pangeran Tidak Diam Saja Drama pendek ini mengusung premis yang cukup klasik dalam genre historical-romance, yaitu tentang tuan putri yang terlahir kembali dan menyesali kesalahannya di masa lalu. Dikisahkan, pada kehidupan sebelumnya, sang putri mencintai pria lain dan berniat menceraikan pangeran. Namun kini, ia kembali dengan tekad untuk memperbaiki semuanya—terutama hubungannya dengan sang suami yang telah kehilangan kepercayaan padanya. Meski begitu, sang putri tidak menyerah. Dengan segala cara, ia berusaha menggoda pangeran dan membuktikan kesungguhan cintanya. Cerita semakin menarik karena sosok Xie HuaYu mantan kekasih sang putri yang terus berusaha mendekati putri. Gagal mendekati putri, Xie Huayu mengirim seorang penari untuk menggoda pangeran, menciptakan konflik yang cukup intens dan mempertegas tantangan yang harus dihadapi sang putri dan cintanya yang tulus kepada pangeran Konflik bertumpu pada tiga poros utam...

New Heart

  Capek-capek bikin, eh selalu kena TD. Ya udahlah taruh sini aja 😅

Plagiat Atau Pencuri?

   Plagiat Atau Pencuri?  (Suamiku Kuli Terhormat Part 10) "Ada teori seperti itu?" gerutu Gea sambil bergegas menyingkap selimut dan turun dari ranjang.  Ahsin tertawa kecil melihatnya. "Gea, ternyata kau mempunyai sisi imut," gumam Ahsin.  *** Hari sedikit terang ketika mereka selesai menunaikan shalat Subuh berjamaah. Gea mendekati Ahsin yang sedang ngobrol dengan seorang laki-laki tua.  "Kami duluan, Kek." Ahsin pamit kepada laki-laki tua.  Kakek tua itu mengangguk. "Kakek harap besok dan seterusnya kalian ke sini lagi. Kakek sangat senang melihat ada orang muda ke rumah Allah. Apalagi kalau subuh-subuh begini."  "In sya Allah, tiap subuh saya ke masjid, Kek. Hanya saja, hari ini saya ke sini karena mengajak dia. Jadi ambil masjid yang terdekat.” "Begitu. Senang dengarnya. Semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah." "Aamiin," sahut Ahsin dan Gea barengan yang akhirnya mereka tersenyum sipu. "Biasanya ka...

Hukuman

Hukuman  (Suamiku Kuli Terhormat Part 9) Ahsin tersenyum simpul melihat tingkahnya. Ia memberikan kecupan lembut pada dahi Gea. Seketika kedua mata berbulu lentik terbuka dan mengerjap syok.  Jari Ahsin mengetuk lembut dahinya. "Sudah tengah malam. Istirahatlah." Gea bangkit setelah Ahsin menjauh. Ia menghela napas lega karena jantungnya telah selamat. Namun, ia tak mengungkiri ada kecewa di sisi lain.  "Gea, apa yang kau harapkan darinya?" gerutunya, kemudian segera berlari setelah melihat jam di dinding. *** Pagi menyapa, lagi-lagi Gea hanya mendapati secangkir susu dan kali ini sepotong croisan. Ia menyentuh gelas yang sudah dingin itu.  "Ahsin mengapa kau bekerja sekeras ini? Aku harus secepatnya mengambil perusahaan Zurra." Ia menikmati sarapan tanpa minat. "Kenapa aku jadi seperti ini? Bukankah biasanya aku memang sarapan sendiri?" gumam Gea, kemudian menggigit kasar croisan.  Dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Seketika bibirnya tersun...