Ketakutan Teratai Kedua part 20 Sanad membawa Tera ke sebuah kafe elite di pinggir kota. Kafe memakai konsep ala rumah santai. Ia memilih sebuah sofa melingkar di salah satu pojok. Lagu Jodoh Pasti Bertemu dari Afgan mengalun pelan. “Jika kamu ingin menikah, beritahulah lebih awal. Supaya aku bisa bersiap-siap,” pinta Sanad. Tera tercengang. “Kenapa kamu seperti menilaiku mudah melepas tanggung jawab begitu saja?” protes Tera. Ssesaat Sanad terpana. Ia mengaduk minumannya. Latte art berbentuk bunga tulip menjadi hancur. “Bagaimanapun … dilihat dari usiamu sudah seharusnya kamu memikirkan jodoh.” ‘Itu akan menjadi mimpi buruk bagi putraku.’ Kenyataannya ia tidak mungkin mengucapkan kalimat itu. Ia pun tidak ingin membatasi Tera dengan alasan putranya. Entah kenapa, ia merasa, hatinya terasa lemah bila di depan Tera. Andai Sanad yang dulu, cukup baginya berucap satu kata, maka Tera tidak akan bisa pergi dari cengkramannya. Masalah akan selesai. Tera menggeleng. Tatapannya ma...