Tahajud di Langit Itaewon (Part 30 Merindu Cahaya di Itaewon) Salat Tahajud selalu menghiasi ujung malam-malam bahagia mereka. Salat Tahajud, bagai perjanjian yang tak terucap. Kebahagian tanpa diminta. Selesai salat Heera mendekat, lalu mencium tangan suaminya dengan takzim. Suaminya membalas dengan ciuman sepenuh kasih sayang di ubun-ubunnya. “Pakailah kerudungmu?!” perintah Eun Sun tiba-tiba. Heera mengernyit. “Aku ingin membawamu ke suatu tempat.” Heera tak habis mengerti, ke mana Eun Sun membawanya di pagi yang masih buta begini. Setelah kerudung terpasang sempurna. “Eun Sun, apa-apaan ini?” Ia tidak mencurigai Eun Sun. Hanya ia tidak bisa membuang ketidakmengertiannya. “Tenang saja.” Eun Sun mengangkat tubuhnya dan berjalan. “Eun Sun?!”