Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Suamiku Kuli Terhormat

Plagiat Atau Pencuri?

   Plagiat Atau Pencuri?  (Suamiku Kuli Terhormat Part 10) "Ada teori seperti itu?" gerutu Gea sambil bergegas menyingkap selimut dan turun dari ranjang.  Ahsin tertawa kecil melihatnya. "Gea, ternyata kau mempunyai sisi imut," gumam Ahsin.  *** Hari sedikit terang ketika mereka selesai menunaikan shalat Subuh berjamaah. Gea mendekati Ahsin yang sedang ngobrol dengan seorang laki-laki tua.  "Kami duluan, Kek." Ahsin pamit kepada laki-laki tua.  Kakek tua itu mengangguk. "Kakek harap besok dan seterusnya kalian ke sini lagi. Kakek sangat senang melihat ada orang muda ke rumah Allah. Apalagi kalau subuh-subuh begini."  "In sya Allah, tiap subuh saya ke masjid, Kek. Hanya saja, hari ini saya ke sini karena mengajak dia. Jadi ambil masjid yang terdekat.” "Begitu. Senang dengarnya. Semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah." "Aamiin," sahut Ahsin dan Gea barengan yang akhirnya mereka tersenyum sipu. "Biasanya ka...

Hukuman

Hukuman  (Suamiku Kuli Terhormat Part 9) Ahsin tersenyum simpul melihat tingkahnya. Ia memberikan kecupan lembut pada dahi Gea. Seketika kedua mata berbulu lentik terbuka dan mengerjap syok.  Jari Ahsin mengetuk lembut dahinya. "Sudah tengah malam. Istirahatlah." Gea bangkit setelah Ahsin menjauh. Ia menghela napas lega karena jantungnya telah selamat. Namun, ia tak mengungkiri ada kecewa di sisi lain.  "Gea, apa yang kau harapkan darinya?" gerutunya, kemudian segera berlari setelah melihat jam di dinding. *** Pagi menyapa, lagi-lagi Gea hanya mendapati secangkir susu dan kali ini sepotong croisan. Ia menyentuh gelas yang sudah dingin itu.  "Ahsin mengapa kau bekerja sekeras ini? Aku harus secepatnya mengambil perusahaan Zurra." Ia menikmati sarapan tanpa minat. "Kenapa aku jadi seperti ini? Bukankah biasanya aku memang sarapan sendiri?" gumam Gea, kemudian menggigit kasar croisan.  Dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Seketika bibirnya tersun...