Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mendadak Talak

Mendadak Talak Part 10

 Mendadak Talak  Part 10. Bermain Siasat Ia berdiri, dengan menopang kedua tangannya di atas meja. “Bu, sebenarnya kami ….” “Wahda!” seru Bagus cepat. “Mumpung ingat, ada yang ingin kubicarakan denganmu.” Wahda menghela napas beratnya. Ia tidak menyangka kalau Bagus melakukan siasat licik ini. Mempertahankan dengan memanfaatkan kelemahannya.  Ia menurut saja, mengikuti Bagus hingga sampai ke kamar.  “Please, jangan katakan sekarang! Kamu tau, Ibu sangat menyayangimu. Ia pasti sangat bersedih jika mengetahui perceraian kita.”  Wahda menyunggingkan sebelah bibirnya.  “Aku terpaksa. Aku hanya ingin selalu bersamamu. Aku percaya, jika kita bersama lagi, hatimu pasti terbuka lagi untukku. Beri aku kesempatan ya.”  “Bukankah aku sudah bilang padamu, beli rumah, datang padaku. Tidak perlu melakukan hal seperti ini.” “Soal rumah, aku akan mengusahakannya. Tapi, tetap saja aku selalu ingin melihatmu setiap saat. Aku benar-benar gila, bila sehari saja tanpa meli...

Mendadak Talak Part 9

 Mendadak Talak Part 9 Akar Permasalahan “Jangan mendadak lupa. Kamu membuatku perutku menjadi mual. Kamu bermain dengan siapa saja, aku tak peduli. Tapi jangan bawa dia ke rumahku!” “Ke rumah? Ooh, jangan salah paham dulu. Pagi tadi aku bangun kesiangan, padahal kami ada janji meeting di laboratorium. Jadi dia ….” “Dia mau apa bukan urusanku lagi,” tukas Wahda dengan mengangkat kedua tangannya. “Aku tidak ingin peduli.” Bagus meraih tangan Wahda, tetapi perempuan itu keburu menarik tangannya.  “Wahda, percayalah. Aku sangat membutuhkanmu. Tanpamu hidupku sangat berantakan, termasuk pagi tadi. Percayalah, Angel ke rumah cuma menjemputku, itu pun kami telat sampai dimarahi profesor. Kembalilah padaku. Hidupku sangat berantakan. Setiap saat aku selalu memikirkanmu.”  Wahda menghela napas. “Baiklah.” Mata Bagus berbinar cerah.  “Aku memberimu kesempatan untuk berjuang.” Bagus terhenyak. “Terima kasih," ucapnya pasrah.  “Tapi rumah itu dari pernikahan kita  yan...

Mendadak Talak part 8

 Mendadak Talak Part 8 Cinta Arsa "Kalau boleh tahu, detik apa yang kamu inginkan? Kembali atau putus saja," tanya Teratai tegas.  Wahda menghela napas, melipat lutut lalu mendekapnya. "Sejujurnya aku masih ingin bersamanya. Bagaimana sikapnya padaku, aku sudah menerimanya dari lima tahun yang lalu. Tapi ….” Kembali suaranya tercekat begitu mengingat apa yang dilihatnya pagi tadi.  “Aku tau tidak mudah bagimu move on. Tapi hargai dirimu sendiri, jangan biarkan dirimu selalu berkorban dan terluka hanya untuk cinta,” sahut Teratai. Adeena mengangguk.  “Hanya?!” ulang Arsa dan Wahda.  “Memangnya di dunia ini yang membuat kita bahagia hanya cinta?! Ya, cinta memang bisa membuat orang bahagia dan mendorong kita berkorban lebih banyak. Tapi siapa dulu yang kita cintai? Orang tua yang melahirkan dan membesarkanmu? Selama bukan tanah air, tidak ada hubungan darah, kita harus melihat dulu siapa yang kita cintai? Layak tidak dia mendapatkan segala perhatian dan pengorbana...