Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen Religi

Hukuman

Hukuman  (Suamiku Kuli Terhormat Part 9) Ahsin tersenyum simpul melihat tingkahnya. Ia memberikan kecupan lembut pada dahi Gea. Seketika kedua mata berbulu lentik terbuka dan mengerjap syok.  Jari Ahsin mengetuk lembut dahinya. "Sudah tengah malam. Istirahatlah." Gea bangkit setelah Ahsin menjauh. Ia menghela napas lega karena jantungnya telah selamat. Namun, ia tak mengungkiri ada kecewa di sisi lain.  "Gea, apa yang kau harapkan darinya?" gerutunya, kemudian segera berlari setelah melihat jam di dinding. *** Pagi menyapa, lagi-lagi Gea hanya mendapati secangkir susu dan kali ini sepotong croisan. Ia menyentuh gelas yang sudah dingin itu.  "Ahsin mengapa kau bekerja sekeras ini? Aku harus secepatnya mengambil perusahaan Zurra." Ia menikmati sarapan tanpa minat. "Kenapa aku jadi seperti ini? Bukankah biasanya aku memang sarapan sendiri?" gumam Gea, kemudian menggigit kasar croisan.  Dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Seketika bibirnya tersun...

Ulasan drama A Fake Marriage That Turned Real

 A Fake Marriage That Turned Real  Dari judulnya kita sudah bisa menebak isi dan plot bakal gimana. Eits, jangan salah. Meski cerita seperti kebanyakan, drama genre romance komedi ini nggak akan membuatmu bosan.  Liu LanBo memerankan tokoh He Shi Yi, sedang Zhang Shan sebagai Xia Wan Su. Berbeda dengan Lin Shi Jie & Jian Cheng yang memiliki karakter sama-sama kuat, He Shi yi & Xia Wan Su justru keseimbangan padahal mereka baru saling mengenal.  Jika ada pasangan di dunia nyata memiliki karakter seperti mereka ini, rumah tangga mereka pasti langgeng sampai akhir hayat. Asal tidak ada orang ketiga 😅😅 Xia Wan Su yang pemarah, He Shi Yi yang selalu mengalah, tetapi ia juga mendapatkan bagiannya 🤭😅😅 Apa ada ya di dunia nyata seperti He Shi Yi. Santai, tapi keberuntungan selalu berpihak.  He Shi Yi dari keluarga yang hangat dan kocak, hingga ia juga memiliki karakter yang lucu, santai tetapi selalu hoki. Mata Liu LanBo benar-benar memperlihatkan He Shi...

Cinta Dalam Kantong Kertas

  “Ri, aku sahabatmu. Tidak ada yang kupikirkan selain untuk kebaikanmu.” Aku menghempaskan napas yang terasa sakit. Andai waktu bisa diulang, aku ingin seperti dulu, saat masih bersahabat erat dengan Alila. Tapi mungkinkah itu terjadi? Sedangkan semuanya telah berubah. “La, terima kasih banyak. Terlalu banyak ketar ketir yang kujalani. Lalu, apa salahnya jika aku ingin menikmati hidup.” Kulepaskan genggaman tangannya. “Aku pergi dulu, La.” “Ri! Ri!” Aku terus berlalu tanpa menghiraukan panggilannya. Sekuat tenaga, aku menahan diri agar tidak menoleh.          Maafkan aku, La. ** Kenapa tiba-tiba ada Toni di sini? Kemana kedua temanku tadi?  Aku panik bukan kepalang. Toni mendekatiku dengan seringai senyuman yang menakutkan. “Ton, apa yang ingin kau lakukan?” Ia tak menjawab. Dari matanya, terlihat ia telah dikuasai nafsu. Aku menghindar. Secepat kilat  tanganku sudah berada dalam genggamannya. Aku berusaha keras untuk melepaskan diri, namun usaha...

Ada Berkah Dalam Bakti.

 Cerpen: Ada Berkah Dalam Bakti ilustrasi Aida mengembuskan napas lelahnya. Ia menggerak-gerakkan lehernya yang terasa kaku. Baru saja ia menyelesaikan tumpukan cuciannya. Setelah itu, ia meluncur ke dapur untuk mengambil semangkok bubur dan segelas air putih. “Ibu, makan ya,” bujuk Aida pada ibu mertuanya yang terbaring dalam kamar, Zubaidah.  Dengan pelan Aida membantu Zubaidah duduk, lalu meletakkan bantal untuk dijadikan sandaran Zubaidah. Aida menatap Zubaidah yang sedang menikmati bubur buatannya. Hari ke hari, kondisi Zubaidah semakin memprihatinkan. Obat-obatan tidak lagi memberikan dampak yang signifikan. Aida hanya bisa berdoa dalam hati, semoga Allah memberi kesehatan pada ibu mertuanya itu.  ** Baru saja Aida mencuci beberapa buah piring, tiba-tiba ia mendengar erangan Zubaidah dari kamar. Ia bergegas menuju ke kamar. Terlihat Zubaidah mengerang kesakitan sambil memegang perut. Aida meringis melihatnya, ia segera memijit telapak kaki ibu mertuanya. Aida tahu, ...