Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hakikat Cinta

Hakikat Cinta Part 10

  Hiks ... hiks.” Salman terjaga mendengar tangisan wanita di sampingnya. “Salwa!” Salwa bergeming. Masih saja terisak-isak. Sampai akhirnya Salman harus mendudukkannya. “Salwa!” Mata Salwa mengerjap. Wajah cemas suaminya pertama kali dilihat. Ia seperti masih kesulitan mencerna apa yang terjadi, hingga akhirnya  menyadari barusan hanyalah mimpi. “Astagfirullah!” desis Salwa. “Mimpi apa? Sampai terisak-isak begitu?” tanya Salman sambil mengusap keringat di dahi Salwa dengan jarinya. “Mimpi Abi berhubungan dengan wanita lain.” Salman terkesiap. Keterkejutannya membuat Salwa curiga. *** Untuk cerita lengkap klik link di bawah ini: KBM App Hakikat Cinta Karya Karsa Good Novel

Hakikat Cinta Part 9

 Hakikat Cinta Part 9 Kepercayaan yang Retak Kepercayaan bagai bola kaca. Kebeningannya akan memantulkan sesuatu yang indah. Sekali kau lemparkan, bola akan retak dan akan memantulkan sesuatu yang buruk.  🌸🌸🌸 “Apaan sih, Ma!” Tiba-tiba Haira berdiri. “Mama selalu membuat mood Haira buruk deh,” seru Haira lalu masuk ke kamar.  Jamilah bertanya pada putranya dengan isyarat.  “Maksud dia, dia ingin masuk pondok karena kemauannya sendiri atau orang lain, bukan karena Mama dan suami Mama.” ***  Mobil Salman memasuki halaman Gayatri Cake. Sejenak ia menatap bangunan Gayatri Cake yang terlihat megah. Puluhan mobil terparkir di halaman. Dari luar terlihat roti dan cake yang tersusun rapi. Puluhan pelanggan keluar masuk pintu bangunan toko kue itu. Di samping bangunan tersambung rooftop cafe. Di sana ia melihat seorang laki-laki melambaikan tangan padanya. Salman menaiki tangga meliuk hingga sampai ke atas. Ia mendekati laki-laki yang melambaikan tangan kepadanya. Sal...

Hakikat Cinta Part 8

 Hakikat Cinta Part 8 Orang Dari Masa Lalu "... Aku takut akan azab hari yang besar, jika aku bermaksiat pada Tuhanku." (QS. Yunus: 15) 🌸🌸🌸  “Aditya?” Sesaat Haira menoleh. Mimik muka Salwa membuatnya mengerutkan keningn. Ia kembali mengalihkan perhatiannya ke Aditya yang telah berjalan ke arah mereka. Wajah ganteng semakin memesona dengan pakaian yang dikenakan. Jeans hitam soft berpadu dengan kaos hitam. Haira kembali menoleh ke arah Salwa. Wajah Salwa memunculkan satu kata di benak Haira. ‘Mantan?’ “Assalamu ‘alaikum,” sapa-sapa laki-laki yang disebut Aditya oleh Salwa. “Wa ‘alaikum salam,” jawab mereka serentak. Salwa hanya menjawab dengan lirih. Wajah Salwa terlihat semakin tidak nyaman.  “Hallo, Salsa.” Tanpa izin Aditya duduk di bangku salah satunya. “Hallo, Om.”  “Kebetulan sekali, ya. Wah, banyak sekali cemilannya,” seru Aditya tanpa mempedulikan wajah Salwa. “Ini semua Salsa yang beli?”  “Bukan, Om. Kak Haira yang beli,” sahut Salsabila. “Haira?”...

Hakikat Cinta Part 7

 Hakikat Cinta  Part 7 Serpihan Hati Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu …."(QS.Ibrahim: 7) 🌸🌸🌸 Kini, cinta itu telah berkeping. Ini hanya perkara bubur. Masih banyak perbedaan yang mereka miliki. Hanya seputar makanan. Ia tidak suka makanan beraroma, tetapi kesukaan Salman dan Salsa. Ke depannya, masih bisakah ia menyediakan menu itu? Belum lagi perbedaan selera warna, hobi, kebiasaan bahkan cara berpikir.  Bagaimana ia bisa menghadapi semua keadaan di esok hari? Ia tidak yakin iming-iming surga dapat membuatnya bertahan.  Ia menenggelamkan wajah ke bantal meredam deru tangisnya. Tangisnya semakin sulit dikendalikan ketika Salman menaruh kepalanya di pangkuan. “Maafkan aku. Maafkan aku," ucapnya  nyaris tak berbunyi.  “Abi yang seharusnya minta maaf,” bisik Salman sambil menciumi rambutnya. Sesal tentu saja menyelimuti perasaan Salman. Hatinya hancur melihat keadaan Sa...

Hakikat Cinta Part 6

 Hakikat Cinta  Part 6 Pengendali itu Telah Pecah Cinta akan membuat semuanya menjadi indah.  Benci akan membuat semuanya menjadi muram.   🌸 Jamilah terisak. “Aku cuma khawatir, Mas. Kalau mereka kenapa-napa, bagaimana?’ ia menenggelamkan kepalanya ke dada Salman.  “Kita doakan saja, semoga Allah melindungi mereka.”  ***  Setelah Salman pulang, Jamilah segera menelpon Haikal agar menjemput adiknya. Ia langsung memukul bokong Haira begitu sampai di rumah. “Gadis nakal!"   “Aaa ... sakit, Ma!” teriak Haira sambil berusaha menghindar dari ibunya.  "Ke mana saja kamu berapa hari ini, ha? Tidak tahu malu!” Haikal langsung berlari menjauhkan adiknya dari ibu mereka. “Ma!” “Haikal, kamu jangan membela dia. Ini gara-gara kamu, dia jadi manja!” seru Jamilah, sambil berusaha menarik badan Haira, tetapi Haikal terus menghalanginya.  “Tidak tahu malu?!” teriak Haira. “Bukannya Mama yang tidak malu, merebut suami orang?” “Haira, diam!” teg...