Detak Cinta Shafura
Part 44: Tidak Lebih Dari Tiga Hari
Aku mengisi waktu senggangku dengan mencari berbagai informasi tentang Bandung Di ponsel Kak Saada. Budaya, kuliner, wisata, dan hal lainnya, bahkan mencari informasi pondok pesantren di seputar daerah tempat tinggal Paman. Aku sudah berencana ke sana bukan sekadar liburan, melainkan ingin memulai kehidupan baru. Di tempat tidak ada yang mengenalku, kecuali keluarga saudara ayahku.
Sebuah ketukan di pintu mengalihkan perhatianku.
“Ya?”
“Ada tamu. Mau bertemu denganmu.” ucap Kak Saada di luar.
Seketika jantungku berdebar kencang. Orang yang kukenal hanyalah Ustadzah Aisyah, Zaid, Fahri, dan Farah. Jika salah satu dari mereka, sungguh aku tak tahu harus bagaimana. Meski yang datang itu Farah, pasti ada sangkut pautnya dengan Zaid. Namun aku berharap, yang datang itu adalah Syifa, meski kemungkinannya sangat kecil karena seharusnya sekarang ini dia sibuk di pondok.
“Siapa?”
“Lihat saja. Cepatlah keluar.” Setelah itu tidak lagi suara Kak Saada.

Komentar
Posting Komentar