Pov 3
Setelah pulang dari Silmi, Aisyah semakin diterpa rasa bersalah. Ia tidak habis pikir bagaimana Silmi bisa berbuat sejauh itu untuk dirinya. Ia memang sangat mengharapkan Abdurrahman Zaid, tetapi tidak menyangka harus melukai sahabatnya sendiri.
Aisyah merebahkan dirinya di atas ranjangnya. Perasaannya benar-benar lelah. Ia kecewa, tapi juga iba. Ia akan membatalkan perkawinannya, andai harinya tidak terlalu dekat. Bahkan beberapa kerabatnya yang tinggal jauh sudah mulai berdatangan.
Silmi benar, Zaid pasti akan berbuat baik padanya. Meski hati Zaid masih belum untuknya, tetapi akan membuka diri untuk mencintai istri sahnya.
Diteruskan, sanggupkah ia melewati perkawinan tanpa rasa bersalah?

Komentar
Posting Komentar