Langsung ke konten utama

Part Tambahan (Detak Cinta Shafura)

 




Hamparan padi yang menghijau laksana permadani raksasa yang menghampar di desa kelahiran ayahku. Hijau berpadu dengan cahaya keemasan membuat mata tak bosan memandang. Keindahannya membuat hati selalu berdecak kagum, lahir dzikir di lisan.


Lantunan ayat suci mengalir, syahdu membersamai keheningan sawah, menyebar, diembuskan angin sepoi-sepoi. 


هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ


Ayat yang lantunkan Zaid, keindahan alam ini, dan hati tak henti-hentinya bertasbih membuat hidup ini terasa sempurna. 

"Shadaqallahal 'adziim."

Pandanganku tertunduk. "Ko udah selesai?"


Komentar