Dituntut Jadi Istri yang Sempurna
Part 5: Calon Orang Ketiga
"Kudet. Itu terserahmu, tapi apa kamu tidak kasihan dengan Teratai? Dia banting tulang buat nyekolahin kamu, malah tidak jadi apa-apa."
Seketika matanya memburam. Pertanyaan ini sudah terlalu sering ia terima. Tanpa diingatkan pun ia sedih jika mengingat hal ini. Ia pun ingin membalas kebaikan Teratai meski hanya secuil, tetapi tidak dengan meninggalkan Qarni yang masih perlu pengawasan.
“Assalamu ‘alaikum!”
“Wa ‘alaikum salam.” Spontan semuanya menyahut, meski Lilac hanya dengan jawaban lirih.
“Eh, Neng Cantik! Masuk-masuk!” Bayah langsung menyambut tamu cantik dengan mengenakan abaya hitam dari Arab Saudi itu. Renda gold menambah nilai keanggunan. Warna hitam semakin memperlihatkan kesempurnaan elok rupa putih bak pualam.
Mulut Lilac sedikit terbuka melihat mertuanya yang mendudukkan tamu ke sofa.
“Lilac, kenalkan dia Salasiah, kerabat jauh, baru pulang dari Arab. Sala, ini Lilac dan itu Qarni anak Bakhtiar, yang pernah Acil ceritakan padamu.”
Tiba-tiba Lilac merasakan darahnya mendesir. Ada yang lain dengan perkenalan itu.
“Hallo, Kak. Saya Salasiah, panggil saja Sala, senang bertemu Kakak.”
“Lilac.” Lilac menyambut uluran dengan senyuman dipaksakan. Terlihat jelas perempuan di hadapannya lebih tua darinya, tapi kenapa memanggilnya kakak?

Komentar
Posting Komentar