Mata Lilac membesar. Ingin sekali ia menyemburkan pembelaan, tetapi segera sadar dirinya bukan Teratai. Dirinya Lilac yang dituntut sempurna. Ia menghembuskan napanya pelan sambil mengelola emosi.
"Di dalam panas, Kak. Gimana tega aku menyuruh Kakak masuk?! Di sini sesekali masih ada angin lewat," ucap Lilac dengan mengatur nada selembut mungkin.
Hariani melenguskan wajah, sayangnya tertangkap penglihatan Bakhtiar.
"Sudahlah. Ada apa, Bu?" tanya Bakhtiar.
"Benar, katanya Qarni sekolah di sekolahan mahal?"
Bakhtiar terkejut dengan nada ibunya, bagi Lilac itu sudah biasa.
"Bu, sebaiknya kita masuk ke dalam. Tak baik dilihat tetangga."
Dengan berat hati akhirnya Bayah masuk ke dalam.
"Ibu duduklah, ulun bikinkan minuman dulu." Lilac mempersilakan di ruang tengah yang tidak ada sofanya.
"Tidak perlu. Aku ke sini cuma untuk memastikan kabar itu," tukas Bayah.
Lilac menoleh ke arah Bakhtiar, tetapi hanya mendapatkan jawaban anggukan.
"Iya, Bu."
"Lilac, kamu keterlaluan ya! Kamu tidak lihat penghasilan suamimu? Lihat rumahmu beli satu set sofa murah saja tidak sanggup, bagaimana bisa menyekolahkan anak di tempat mahal?"
Lilac membuka mulutnya, tetapi akhirnya ia memutuskan tidak menyela pembicaraan. 'Kamu anak pondok Lilac, akhlakmu harus sempurna.'
"Tetangga ibu banyak pegawai, anak-anak mereka banyak sekolah di sana. Bayar masuknya mahal, SPP, belum lagi jajan keseharian. Katanya sebotol air mineral saja lima ribuan. Kau mau jadikan apa suamimu? Sapi perah?"
Pegawai? Lilac bertanya-tanya, mungkinkah tadi ia ada berpapasan dengan tetangga mertuanya? Sampai kabar ini sampai ke telinga ibu mertua.
"Bu, semuanya duit ulun," jawab Lilac setelah memastikan ibu mertuanya sudah puas. "Sedikit pun tidak ada uang punya Kak Bakhtiar."
"Dapat duit dari mana? Memangnya kamu kerja?"
Lilac kembali menoleh ke arah Bakhtiar, tetapi malah masuk ke kamar.
"Ada yang beli tulisan ulun. Jadi Ulun masukkan Qarni ke sekolahan itu."
"Tulisan? Tulisan apa? Memangnya berapa puluh juta sampai berani menyekolahkan anak ke tempat mahal?"

Komentar
Posting Komentar