Langsung ke konten utama

Perkara Sekolah Qarni (Part 9)

 


Perkara Sekolah Qarni (Part 9)
Dituntut Jadi Istri yang Sempurna




Mata Lilac membesar. Ingin sekali ia menyemburkan pembelaan, tetapi segera sadar dirinya bukan Teratai. Dirinya Lilac yang dituntut sempurna. Ia menghembuskan napanya pelan sambil mengelola emosi. 

"Di dalam panas, Kak. Gimana tega aku menyuruh Kakak masuk?! Di sini sesekali masih ada angin lewat," ucap Lilac dengan mengatur nada selembut mungkin.

Hariani melenguskan wajah, sayangnya tertangkap penglihatan Bakhtiar. 

"Sudahlah. Ada apa, Bu?" tanya Bakhtiar. 

"Benar, katanya Qarni sekolah di sekolahan mahal?" 

Bakhtiar terkejut dengan nada ibunya, bagi Lilac itu sudah biasa. 

"Bu, sebaiknya kita masuk ke dalam. Tak baik dilihat tetangga."

Dengan berat hati akhirnya Bayah masuk ke dalam. 

"Ibu duduklah, ulun bikinkan minuman dulu." Lilac mempersilakan di ruang tengah yang tidak ada sofanya. 

"Tidak perlu. Aku ke sini cuma untuk memastikan kabar itu," tukas Bayah. 

Lilac menoleh ke arah Bakhtiar, tetapi hanya mendapatkan jawaban anggukan.

"Iya, Bu."

"Lilac, kamu keterlaluan ya! Kamu tidak lihat penghasilan suamimu? Lihat rumahmu beli satu set sofa murah saja tidak sanggup, bagaimana bisa menyekolahkan anak di tempat mahal?"

Lilac membuka mulutnya, tetapi akhirnya ia memutuskan tidak menyela pembicaraan. 'Kamu anak pondok Lilac, akhlakmu harus sempurna.' 

"Tetangga ibu banyak pegawai, anak-anak mereka banyak sekolah di sana. Bayar masuknya mahal, SPP, belum lagi jajan keseharian. Katanya sebotol air mineral saja lima ribuan. Kau mau jadikan apa suamimu? Sapi perah?"

Pegawai? Lilac bertanya-tanya, mungkinkah tadi ia ada berpapasan dengan tetangga mertuanya? Sampai kabar ini sampai ke telinga ibu mertua. 

"Bu, semuanya duit ulun," jawab Lilac setelah memastikan ibu mertuanya sudah puas. "Sedikit pun tidak ada uang punya Kak Bakhtiar."

"Dapat duit dari mana? Memangnya kamu kerja?" 

Lilac kembali menoleh ke arah Bakhtiar, tetapi  malah masuk ke kamar. 

"Ada yang beli tulisan ulun. Jadi Ulun masukkan Qarni ke sekolahan itu."

"Tulisan? Tulisan apa? Memangnya berapa puluh juta sampai berani menyekolahkan anak ke tempat mahal?"


Selanjutnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong

Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong  Mohon perhatikan. Baca dengan seksama.  Ini hanya alternatif. Sedikit merepotkan, tapi dari pada tidak nonton sama sekali. hihi. Jika repot, bayangkan saja mimin yang kasih translet. Pedas mata. eh curhat. hihi.  Ini hanya alternatif. Jika mempunyai kemampuan, dukung karya mereka dengan nonton ke aplikasi resmi di Hunggo.  Nonton di google Drive langsung. Jangan lupa klik cc untuk translet. 

Drama Zhang Shan &Zhao Zhendong

 Link Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong  Mohon perhatikan. Baca dengan seksama.  Ini hanya alternatif. Sedikit merepotkan, tapi dari pada tidak nonton sama sekali. hihi. Jika repot, bayangkan saja mimin yang kasih translet. Pedas mata. eh curhat. hihi.  Ini hanya alternatif. Jika mempunyai kemampuan, dukung karya mereka dengan nonton ke aplikasi resmi di Hunggo.  Nonton di google Drive langsung. Jangan lupa klik cc untuk translet. 

Ulasan Drama Desire to grow wild

   Desire to grow wild, sesuai judulnya cerita mengisahkan pengejaran terhadap seseorang yang ingin mandiri. Sekilas terlihat hanya sebuah obsesi ingin memiliki dan dendam. Namun, flashback kelamnya masa lalu membuat kita dapat memahami mengapa sang pria tak bisa berpisah dari perempuannya.  Tekanan di masa lalu membentuk karakter dominan  keduanya hingga plot semakin liar.  Cerita bermula dari asmara dalam kamar yang ternyata itu hanya jebakan. Anggur yang diminum Lin Shi Jie berisi racun yang membuatnya tak mampu bergerak. Di sana Jian Cheng mengatakan akan pergi dan menggugurkan kandungannya dengan menelan beberapa pil. Sad feel saat melihat Lin Shi Jie yang ingin mencegah tapi tak mampu berbuat apa-apa. Ekspresi Zhendong benar-benar membuat kita sedih. Lima tahun berlalu dan Lin Shi Jie mulai menemukan jejak keberadaan Jian Cheng, namun masih belum bertemu muka karena yang dicari mengenakan toping.