Dituntut Jadi Istri Yang Sempurna
Tak Lagi Berharga Jika Kau Seorang Pengangguran part 2
Teratai mengangguk. "Iya. Mereka memang punya masalah besar, hanya saja Lilac tidak tahu itu."
Mendadak Sanad menoleh dengan kerutan kening.
"Kemarin aku dengar dari gosipan acil-acil pembungkus kerupuk. Katanya kakaknya terlibat dengan rentenir. Suaminya yang ceritanya merantau untuk bayar utang malah nggak ada kabar. Jadi sekarang semuanya tertumpu pada Bakhtiar."
"Lilac tau?"
Teratai menggeleng. "Entahlah. Lilac anak rumahan, jadi aku rasa dia tidak tau dan sepertinya Bakhtiar pun menyembunyikan ini darinya."
"Hutangnya banyak?"
"Katanya ratusan juta. Tepatnya berapa, belum jelas. Bahkan katanya juga kakaknya banyak ngambil barang kreditan. Tapi, kita juga nggak bisa langsung percaya gosipan seperti itu kan?"
"Iya," sahut Sanad sambil memperhatikan pada jalanan yang sudah terlihat sepi. Beberapa PJU telah mati, yang membuat jalan gelap.
"Yang membuat lebih sedih, Lilac juga tidak bebas dari gosipan"
"Hah? Maksudnya?"
"Tahu sendiri lah, jaman sekarang perempuan yang tidak bekerja kadang dianggap beban atau terlalu pasrah dengan keadaan itu karena takut diceraikan. Bahkan ada yang berkata, 'jika itu aku, akan kubuang tu laki. Mereka mengiranya Lilac tau itu. Dipikir-pikir kenapa juga Lilac diam dengan ketimpangan seperti itu? Sampai membawa anak ke dokter saja tidak mampu?"
Sanad menoleh, menatap wajah istrinya yang memperlihat seakan menanggung beban berat. "Dia lebih tahu dengan keputusannya. Aku yakin dia bukan perempuan lemah."
Teratai mengangguk. "Dia pertama dan satu-satunya yang lolos sebagai hafal Qur'an di Bangkau. Banyak orang memujinya, tapi pada akhirnya mereka membandingkan dengan penghasilan. Hafal Qur'an tidak berarti lagi kalau dia seorang pengangguran."
"Ya, begitulah pandangan manusia, seberapa pun tinggi ilmu seseorang, pada akhirnya kita butuh sandang pangan."
"Tapi Lilac perempuan. Bukan tanggung jawabnya mencari nafkah. Apa salahnya kalau dia memilih fokus pada anaknya?!" sahut Teratai berapi-api.

Komentar
Posting Komentar