Dituntut Jadi Istri yang Sempurna
Part 3: Yang Membuat Berjarak
Bakhtiar mendekat, sedang ibunya berdiri di sisi lainnya. Bayah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Sebuah nakas yang bagus di samping ranjang Qarni yang juga elite, sebuah kulkas, satu set sofa bahkan ada ranjang buat penunggu.
"Bagaimana bisa menyewa kamar semewah ini? Pasti ini mahal sekali Lilac, kamu tau kan bagaimana penghasilan suamimu?!"
Lilac mengangkat wajahnya. Lelah yang tak sepenuhnya hilang kita benar-benar menguasainya.
"Bu?" tegur Bakhtiar. "Maaf, malam tadi habis ngajari anak-anak jadi ketiduran."
Lilac tersenyum sumbang.
"Lihatlah wajahnya. Bakhtiar kamu terlalu memanjakannya! Sampai berani menyewa kamar semahal ini."
"Bu, kenapa yang Ibu perhatikan kamar ini? Kenapa tidak bertanya dulu bagaimana keadaan cucu Ibu?" Sesal menerpa karena tak mampu menahan mulutnya. Ia sudah menduga, mulut yang tidak terkontrol hanyalah mendatangkan masalah.
Bayah tergagap. "Karena sepertinya dia baik-baik saja. Sebaliknya dengan kamar ini, bagaimana Bakhtiar membayarnya?"

Komentar
Posting Komentar