Langsung ke konten utama

Hubungan Yang Rapuh (Part 7)

    

Diabaikan Kekasih Diam-diam Menikah dengan Pria Kaya

Hubungan Yang Rapuh (Part 7)


“Lalu kenapa Key tidur di rumahmu?” 

Meski jaringan tidak mulus, Javi bisa melihat wajah calon mertuanya yang berapi-api. 

“Tadi siang saya mengajaknya belanja.” Javi mengeluarkan tangan Key dari selimut dan memperlihatkan cincin mereka pada layar. “Kami sudah membeli sepasang cincin. Tadinya mau ketemu nenek saya, tapi dia ketiduran di mobil.”

“Katakan rumahmu di mana? Ibu akan ke sana.”

“Ibu di mana? Saya akan menjemput Ibu.”

“Di Telaga Bidadari.”

Javi tersentak. “Jauh sekali. Dari sini memakan waktu sekitar dua jam. Besok saja ya, Bu. Sudah malam. Keselamatan Ibu sangat penting.”

“Bagaimana seorang ibu bisa tenang jika anak gadis tidur di rumah pria yang belum jadi suaminya?” cecar Zaida.

“Lalu Ibu ke sini naik apa? Apa ada taksi malam-malam begini?”

“Naik motor saja. Susah nyari taksi malam-malam begini,” sahut Zaida cepat. 

“Kalau begitu, sopir kami yang akan menjemput Ibu.”

“Tidak. Kalian ke sini makan waktu dua jam, itu artinya ibu harus menahan sabar selama empat jam. Bisa lepas jantung membayangkan cemas selama empat. Ibu saja yang langsung ke sana.” Zaida bersikukuh. 

Diam-diam Javi  menghela napas. “Bu, Key sangat berarti bagi saya. Saya harus bertanggung jawab atas keselamatan Ibu.”

Hening. 

“Begini saja. Saya yang ke sana. Setelah sampai kita bisa langsung ngobrol di mobil. Bagaimana, Bu?”


“Baiklah. Ibu tunggu.” 

Panggilan ditutup seketika. Javi mengetik sebuah pesan. 

[Tolong kirim alamat Ibu]

Setelah mendapatkan jawaban, Javi mengirim lagi pada nomornya. 

Javi menghela napas beratnya. Ia menengadah, memandang Pak Isa yang sudah ada di depannya. 

“Pak Isa masih kuat? Atau saya minta bantuan sopir Nenek?”

“Tidak perlu. In sya Allah, saya masih kuat, Den.” Pak Isa beralih pada istrinya. “Bu, tolong ambilkan jaket Aden.”

“Baik, Pak.” Istri Pak Isa berlalu, kemudian datang membawa jaket dan memakaikannya ke Javi. 

Javi menyerahkan ponsel Key pada Istri Pak Isa. “Bu, tolong jaga Key. Bibi bisa tidur di sampingnya, kuatir dia terjaga. Pasti dia kebingungan dengan kamar asing.”

“Iya, Den. Tenang saja. Hati-hati di jalan, Pak.”

Javi mengetik sebuah pesan dari ponsel Key.

*** 

Zaida bergegas keluar begitu mendengar bunyi mobil masuk ke halaman. Dua jam menunggu sangat melelahkan baginya. Ia berazam akan memukul putrinya jika bertemu nanti. 

Tanpa memastikan mobil siapa, Zaida langsung mengunci rumah dan menghampiri mobil itu. 

Pintu mobil terbuka. 

“Silakan, Bu.” 

Sesaat Zaida terdiam ketika mobil yang menjemputnya bukan sembarang mobil. “Jadi benar kata Neal? Key sedang menjalin hubungan dengan laki-laki kaya?” batin Zaida. 

Zaida masuk sambil mengucapkan basmalah. 

“Katakan siapa kamu? Key mempunyai kekasih sejak kecil, tapi bagaimana tiba-tiba bertunangan denganmu?” cecar Zaida begitu bokongnya menyentuh jok mobil, bahkan napasnya belum lagi stabil.

Terlebih dahulu Javi memasangkan self belt untuk calon mertuanya. Pak Isa menghidupkan mesin mobil. 

“Asal muasal, sebaiknya Key yang menceritakan itu. Saya hanya ingin menceritakan, kalau saya juga mengenal Key sewaktu di SMA. Hanya saja dia kelas sepuluh saat itu, saya sudah kelas dua belas. Jadi kami bertemu hanya setahun. Dan saat saya sudah tahu kalau dia kekasih Neal.” 

“Lalu kenapa tiba-tiba bertunangan denganmu? Jangan katakan kamu merebut Key dari Neal!” 

Javi menggeleng. “Saya memang menyukainya sejak dulu, tapi saya tidak akan merendahkan diri dengan melakukan hal seperti itu.”

“Lalu?” desak Zaida.

“Apa ibu tahu hubungan mereka sebenarnya rapuh?”

Zaida terdiam. Dari raut Zaida, Javi dapat menebak jawabannya. 

“Apa Ibu tahu, sudah sejauh mana Key mendukung Neal secara moral dan finansial?”

Zaida menggeleng ragu. Key meluruskan pandangannya ke depan. Jalanan terlihat lenggang. Terlihat lampu truk yang datang berlawanan arah.

“Apa ibu tahu, Key punya akun Fans Neal Official? Akun itu sangat berpengaruh pada karir Neal. Baik segi popularitas, juga keuangan. Akun itu lumayan menghasilkan endorse juga affiliasi, tapi Key masih saja tinggal di kontrakan kecil dan mengenakan pakaian sederhana. Sedang Neal semakin naik ke puncak. Dari popularitas, seharusnya Neal sudah memiliki banyak penghasilan, tapi sepertinya dia sudah terbiasa mengandalkan Key, lalu menyimpan miliknya untuk dirinya sendiri.”

“Kamu jangan menghasut Ibu,” sahut Zaida dengan bergetar. Ia menggenggam erat kepal tangannya. 

Zaida bukan tidak tahu ketimpangan hubungan putrinya, tetapi janji di masa lalu membuatnya menutup mata. 

Javi mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah video. “Ini saya ambil dari rekaman cctv. Saat itu Key mengantar makanan. Makanan itu dijatuhkan oleh Melodi. Lawan akting sekaligus kekasih settingan. Tetapi Neal, bukannya kepada Melodi, malah menyuruh Key membersihkan kekacauan itu. Dia sendiri pergi dengan kekasih settingan. Meski cuma settingan, dari sini dapat kita lihat Neal tidak menghargai juga tidak bisa melindungi Key. Apa Ibu mau Key hidup bersama pria seperti dia? Saya sebagai penyuka diam-diam saja tidak terima melihatnya.”

Zaida merasakan matanya menghangat melihat kedua lutut putrinya menyentuh lantai dan meraup makanan kotor di lantai. Zaida melihat jelas, makanan jatuh itu sebuah kesengajaan.

“Apa kamu bisa memberi jaminan pada Ibu akan berbuat baik pada Key?” lirih Zaida. 

“Ibu minta apa saja pada saya. Saya akan berusaha mengabulkan,” sahut Javi. 

Zaida menggeleng. Ia menundukkan wajah. Jatuh satu bulir cairan bening di matanya.  “Kau harus bersikap baik padanya. Dia mengalami trauma di masa kecil akibat hancurnya rumah tangga kami. Kemudian sikap Neal. Ibu tidak tahu akan seperti apa dia nanti, jika kau juga mengecewakannya.”

Javi meraih tangan Zaida. “Saya mencintainya, saya akan bersikap baik padanya. Ibu bisa menuntut atau bahkan mengutuk saya jadi hewan jika suatu saat nanti saya bersikap buruk padanya.”

“Jangan berkata begitu. Berkatalah yang baik-baik. Benar kamu menyukai Key sejak SMA?”

Javi mengangguk pasti. “Dan sejak itu saya juga tak bisa melihat gadis lain. Apalagi setelah mengalami kecelakaan yang membuat kaki saya lumpuh, saya tidak terpikir menikah.”

Spontan Zaida memperhatikan kaki Javi yang terlihat normal. 

“Beruntungnya Key tiba-tiba datang pada saya perantara Nenek.”

“Nenekmu? Key mengenal nenekmu?”

Javi kembali mengiyakan dengan anggukan. “Soal itu biar Key yang cerita pada Ibu. Nanti besok saya akan minta nenek ke rumah supaya bisa bertemu dengan Ibu.”

Zaida menghadap Javi  “Nenek? Tadi kau bilang pengasuh. Bagaimana dengan orang tuamu?” 

“Ayah saya sudah meninggal sekitar lima tahun yang lalu, sedang Ibu sekarang wisata keliling dunia dengan rekannya. Entah kapan baliknya.”

“Begitu?” Zaida kembali meluruskan badan. 

“Sepertinya kau orang berada, sangat jauh dengan kami. Aku kuatir Key tak mampu mengimbangi gaya hidup kalian?” 

“Saya dibesarkan oleh pengasuh sepasang suami istri. Mereka juga dari orang sederhana. Mereka menemani saya dari bayi, bahkan mengikuti saya ketika kuliah keluar negeri. Jadi soal gaya hidup, saya rasa saya seperti pengasuh saya.” 

“Bagaimana dengan keluargamu?”

“Nenek saya menyukai Key. Soal ibu, saya sudah dewasa, bahkan juga tumbuh sendiri, tak seharusnya tiba-tiba mencampuri urusan saya, apalagi soal pendamping hidup. Karena pernikahan perjalanan panjang, saya yang menjalani, saya sendiri yang harus menentukan.”

Zaida kembali terdiam. Ia mengakui kesungguhan Javi, tapi tetap saja cemas meliputinya. Bagaimana pun mereka dari dunia yang berbeda. Lalu bagaimana dengan wasiat almarhum bapak Neal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong

Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong  Mohon perhatikan. Baca dengan seksama.  Ini hanya alternatif. Sedikit merepotkan, tapi dari pada tidak nonton sama sekali. hihi. Jika repot, bayangkan saja mimin yang kasih translet. Pedas mata. eh curhat. hihi.  Ini hanya alternatif. Jika mempunyai kemampuan, dukung karya mereka dengan nonton ke aplikasi resmi di Hunggo.  Nonton di google Drive langsung. Jangan lupa klik cc untuk translet. 

Drama Zhang Shan &Zhao Zhendong

 Link Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong  Mohon perhatikan. Baca dengan seksama.  Ini hanya alternatif. Sedikit merepotkan, tapi dari pada tidak nonton sama sekali. hihi. Jika repot, bayangkan saja mimin yang kasih translet. Pedas mata. eh curhat. hihi.  Ini hanya alternatif. Jika mempunyai kemampuan, dukung karya mereka dengan nonton ke aplikasi resmi di Hunggo.  Nonton di google Drive langsung. Jangan lupa klik cc untuk translet. 

Ulasan Drama Desire to grow wild

   Desire to grow wild, sesuai judulnya cerita mengisahkan pengejaran terhadap seseorang yang ingin mandiri. Sekilas terlihat hanya sebuah obsesi ingin memiliki dan dendam. Namun, flashback kelamnya masa lalu membuat kita dapat memahami mengapa sang pria tak bisa berpisah dari perempuannya.  Tekanan di masa lalu membentuk karakter dominan  keduanya hingga plot semakin liar.  Cerita bermula dari asmara dalam kamar yang ternyata itu hanya jebakan. Anggur yang diminum Lin Shi Jie berisi racun yang membuatnya tak mampu bergerak. Di sana Jian Cheng mengatakan akan pergi dan menggugurkan kandungannya dengan menelan beberapa pil. Sad feel saat melihat Lin Shi Jie yang ingin mencegah tapi tak mampu berbuat apa-apa. Ekspresi Zhendong benar-benar membuat kita sedih. Lima tahun berlalu dan Lin Shi Jie mulai menemukan jejak keberadaan Jian Cheng, namun masih belum bertemu muka karena yang dicari mengenakan toping.