Langsung ke konten utama

Pria Kaya Tujuanku (Key part 2)

Diabaikan Kekasih Diam-diam Menikah dengan Pria Kaya

Pria Kaya Tujuanku (part 2)




“Sampai kapan kamu seperti ini, Key?” gumamku. “Hidup sendiri belum tentu buruk. Bekerjalah, dan nikmati hasil jerih payahmu.”

Aku mengalihkan perhatian dengan membuka aplikasi bergambar melody background hitam. Wajah Jake Enhypen langsung muncul dengan senyum cerianya. Tahu saja ini aplikasi kalau hatiku sedang bersedih. 

Aku terpaku menatap Jake. Beberapa tahun terakhir aku mulai jenuh dengan sikap Neal dan  selalu melarikan diri kepada Jake. 

Aku suka Jake karena dia bebas mengekspresikan perasaannya. Dia yang tersenyum atau merengut, suka atau tidak, ngambek atau marah. Sangat bertolak belakang denganku. Dia cerdas, aku lelet. 

Melihat Jake tersenyum, seakan-akan mewakili keinginanku. Aku juga ingin tersenyum tulus dan bersedih di depan orang lain. 

Tanpa sadar air mataku mengalir. Aku tau Jake tidak melihatku, bahkan tidak tahu ada aku di dunia ini. Tapi inilah realita. Antara bias dan fans tak lebih dari dunia halu. 

Tanpa sadar jari menyentuh ikon komentar. Di komentar pertama tertulis. 

“My bias is rich man.”

Aku tertegun menatap kalimat itu. Tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat. 

“Rich man?” ejaku. 

Jake memang salah satu member anak orang kaya di Enhypen. Berkah dari kekayaan orang tua, Jake bisa mendapatkan pendidikan di sekolah internasional bergengsi dan juga di rumah diajarkan kebiasaan yang baik. Sepertinya Jake selalu dihargai di rumah, hingga ciptakan lirik satu bait pun ia bergegas memberi tahu orang rumah.

“Rich man?” Kembali aku mengeja. Aku tertegun menatap kalimat itu. Tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat.  Dada berdebar keras. Aku merasa seperti di tengah lautan yang tiba-tiba memutar haluan dan menentang arah angin. Rich man dua kosa kata yang tak pernah terpikirkan, tiba-tiba saja menjadi tujuanku. 

Aku tak berharap mendapatkan apresiasi seperti Jake, setidaknya aku bisa membahagiakan diriku sendiri di antaranya mendatangi fan meeting dengan Jake atau minimal membeli album. Bukankah lebih baik mendukung Jake, daripada Neal yang tidak tahu terima kasih?


Aku membuat lagi satu email dan akun baru di aplikasi background hitam itu dengan nama Keyla J.

“Minimal dapat fanboy yang dapat mengantarkanku padamu, Jake,” gumamku sambil log out dari aplikasi. “Ya Allah, aku ingin Jake.”

Setelah itu aku follow beberapa akun engene, searching trend, download beberapa video Jake. Kemudian masuk ke aplikasi editor foto. 

Ponsel berbunyi, pertanda sebuah pesan masuk. Aku abai dan terus mengedit dengan menggabungkan komplikasi video. 

Setelah berhasil ekspor, langsung upload video dan tak lupa kasih caption. 

[Dengan cara apapun, aku harus bertemu denganmu, Jake.] 

Jantungku kini bertalu-talu, membayangkan berhasil melihat senyum Jake secara langsung.

Aku menyeka keringat yang sempat menetes dahi dengan mata terus menatap proses upload ke akun baru. 

Seketika aku menghela napas, setelah berhasil upload. Aku langsung berbaring telentang dan berteriak sambil menghentakkan kaki.

“Aaaa ….” 

“KEY, KAU TIDAK APA-APA?” tanya seseorang dari luar disertai dengan ketukan.

“Tidak apa-apa, Bu. Maaf,” sahutku sambil membuka pesan yang berisi tawaran endorse. 

Aku langsung membalas pesan. 

[Maaf, Kak. Saya berhenti jadi admin akun fans Neal 🙏]

[Begitu? Apa Kakak punya nomor admin baru?] Kembali masuk satu pesan. 

Aku segera membalas. [Tidak tahu, Kak. Seharusnya ada di bio. Jika tidak ada, coba saja inbox🙏]

Aku langsung melepaskan nomor yang dikhususkan jadi admin akun fans Neal dan melempar ke tempat sampah.  Baru kali ini aku menolak tawaran endorse dari akun fans Neal. Sesaat aku dapat merasakan kelegaan dari napasku. Ternyata berlepas dari Neal tidak terlalu buruk. 

Aku mempunyai akun khusus untuk promosi Neal. Akun itu sudah mempunyai jutaan follower. Sudah memiliki penghasilan dari endorse dan afiliasi. Bisa dibilang sukses. Akun itu salah satu pintu kesuksesan Neal. Materi dan popularitas.

Tak dapat dipungkiri aku bisa hidup dari situ, tetapi lebih dari separuh penghasilan terforsir untuk mendukung kinerja Neal. Lebih tak berbanding jika diingat dengan perlakuan Neal padaku. 

“Selamat tinggal Neal.” 

***

Kesekian kalinya aku membuka ponsel. Lagi-lagi harus menerima kekecewaan. Lebih kecewa pada diri yang masih saja mengharapkannya. 

Jemariku beralih menyentuh aplikasi berwarna ungu muda, tetapi belum sempurna tampilan aku sudah keluar. 

“Berhenti stalking dia. Kau harus move on. Cari uang sebanyak-banyaknya, supaya bisa beli datang ke konser Jake meski ke ujung dunia,” gumamku sambil mengalihkan jari ke aplikasi hitam. Spontan aku terduduk ketika melihat ada 99 notif  lebih di ikon hati. “Fyp?

Aku tak bisa berhenti tersenyum sambil membalas komen satu persatu, meski nampak bodoh.  Ya, karena tujuan utama mencari circle engene, terutama fanboy. 

Dalam dua malam, followersku sudah mencapai ribuan. Langsung saja aku mendaftar menjadi affiliator khusus album, card dan aksesoris Enhypen. Berinteraksi dengan banyak engene membuatku bisa melupakan Neal dan pria itu juga tak menghubungiku.

Tentu saja. Bukankah aku sudah mendengar kalau Neal sudah muak denganku?

Aku mencoba cekout satu album di salah satu engene untuk memberi dukungan, lebih tepatnya untuk menjalin hubungan. Sayangnya, pada melakukan pembayaran aku teringat ibu yang tinggal di kampung dan diriku yang saat ini belum dapat penghasilan. Aku urung klik bayar, bahkan menghapus keranjangnya. 

Mendadak aku sangat merindukan ibu.  Sayangnya kondisinya tak layak dilihat orang lain, apalagi ibu.

Postingan kedua, ternyata tak seberuntung pertama, malah view-nya hanya beberapa ratus. 

“Jomplang sekali,” gerutuku. Aku menghela napas berat, bersyukur tidak jadi beli album dan aku belum tau kapan akun ini menghasilkan uang. 

Meski bisa dibilang menguasai ilmu algoritma, nyatanya ada yang di luar kendali kita yaitu takdir.

***

Kling. 

Aku bergegas meraih ponsel yang sejak tadi di atas meja. Seketika napas kecewa terhembus saat melihat pesan itu dari Dilan.

“Key, sampai kapan kamu begini? Kamu harus move on?” Lagi-lagi menyemangati diri sambil membuka pesan Dillan. 

[Bagaimana kabarmu? Berapa  hari tak melihatmu. Kamu baik-baik saja kan?] 

Jujur, betapa aku ingin mendapat pertanyaan itu dari Neal. Nyatanya itu seperti mustahil. 

[Aku baik-baik saja. Terima kasih. Lagi banyak pekerjaan] 

Balasku dengan sedikit berbohong. Tidak, aku tidak sepenuhnya berbohong.

Aku mengisi waktu dengan mendesain portofolio media sosial. Kegiatan yang  kusukai, tetapi telah lama ditinggalkan gara-gara ingin fokus mendukung Neal.

[Banyak endorse ya. Baiklah, selamat bekerja.]

Aku hanya membalas dengan stiker. 

Aku beralih membuka aplikasi hitam. Begitu sempurna tampilan langsung disuguhi vt fyp cuplikan webseries Neal dengan Melodi dengan adegan kissing. 

Napas berat kembali keluar dari hidungku.  Neal artis sedang naik daun, mau tak mau aku harus melihatnya meski nanti berpindah aplikasi lagi. Bahkan mungkin popularitas Neal telah berada di semua aplikasi media sosial. 

Aku memberanikan diri membuka komentar yang kebanyakan berisi pujian dan restu dari warganet. 

“Key, andai pun Neal berjodoh denganmu, mungkin kau akan dapatkan kutukan dari warganet.” Aku bergegas ke akun, view vt terakhir masih sedikit. 

Bagaimana aku bisa dapat penghasilan kalau view sedikit begini? Sepertinya aku harus mencari pekerjaan lagi. 

Aku keluar dari aplikasi hitam dan masuk ke situs loker lewat browser. Aku menscroll situs, tetapi tidak ada satupun yang sreg di hati. 

Aku membuka hasil desain lama yang tersimpan di drive. Karena dilihat cukup banyak, aku coba membuat akun khusus memajang karyaku. Aku juga mempromosikan jasa kelola akun lewat ads dengan bonus bebas memilih desain gratis dan konsultasi. Hanya beberapa jam, aku mendapatkan tiga closing. Langsung saja aku menghentikan aktivitas iklan. 

“Tiga dulu, Key. Jangan serakah!” nasihatku dalam hati.

***

Setelah lelah seharian aku membuka aplikasi hitam lagi. Muncul fyp seorang nenek yang mencarikan jodoh untuk cucunya. 

Nenek tersebut diam-diam merekam cucunya yang duduk di kursi roda sedang beraktivitas. 

Aku terduduk. Mempause jalannya video.  “Jev? Apa yang terjadi dengannya?”

Aku kembali menjalankan video. 

Nenek Sarah nama akun itu. Nenek Sarah cerita, cucunya lumpuh setelah kecelakaan. Nenek Sarah akan menjanjikan mahar 250 juta dan menggaji perbulan 25 juta.  Masa kontrak selama setahun. Setelah itu mau diteruskan atau tidak terserah. Namun, jika pernikahan dilanjutkan tentu saja sang wanita akan menjadi bagian dari keluarga nenek. 

Aku menelan ludah begitu mendengar nominal yang disebutkan Nenek Sarah.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong

Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong  Mohon perhatikan. Baca dengan seksama.  Ini hanya alternatif. Sedikit merepotkan, tapi dari pada tidak nonton sama sekali. hihi. Jika repot, bayangkan saja mimin yang kasih translet. Pedas mata. eh curhat. hihi.  Ini hanya alternatif. Jika mempunyai kemampuan, dukung karya mereka dengan nonton ke aplikasi resmi di Hunggo.  Nonton di google Drive langsung. Jangan lupa klik cc untuk translet. 

Drama Zhang Shan &Zhao Zhendong

 Link Drama Zhang Shan & Zhao Zhendong  Mohon perhatikan. Baca dengan seksama.  Ini hanya alternatif. Sedikit merepotkan, tapi dari pada tidak nonton sama sekali. hihi. Jika repot, bayangkan saja mimin yang kasih translet. Pedas mata. eh curhat. hihi.  Ini hanya alternatif. Jika mempunyai kemampuan, dukung karya mereka dengan nonton ke aplikasi resmi di Hunggo.  Nonton di google Drive langsung. Jangan lupa klik cc untuk translet. 

Ulasan Drama Desire to grow wild

   Desire to grow wild, sesuai judulnya cerita mengisahkan pengejaran terhadap seseorang yang ingin mandiri. Sekilas terlihat hanya sebuah obsesi ingin memiliki dan dendam. Namun, flashback kelamnya masa lalu membuat kita dapat memahami mengapa sang pria tak bisa berpisah dari perempuannya.  Tekanan di masa lalu membentuk karakter dominan  keduanya hingga plot semakin liar.  Cerita bermula dari asmara dalam kamar yang ternyata itu hanya jebakan. Anggur yang diminum Lin Shi Jie berisi racun yang membuatnya tak mampu bergerak. Di sana Jian Cheng mengatakan akan pergi dan menggugurkan kandungannya dengan menelan beberapa pil. Sad feel saat melihat Lin Shi Jie yang ingin mencegah tapi tak mampu berbuat apa-apa. Ekspresi Zhendong benar-benar membuat kita sedih. Lima tahun berlalu dan Lin Shi Jie mulai menemukan jejak keberadaan Jian Cheng, namun masih belum bertemu muka karena yang dicari mengenakan toping.